KOLAKA. MNM.COM —- Nelayan di Kolaka, Sulawesi Tenggara, mulai was-was akibat perubahan cuaca ekstrem yang melanda wilayah tersebut. Cuaca buruk ini membuat mereka khawatir akan keselamatan dan pendapatan mereka.
Perubahan iklim telah menyebabkan pola cuaca yang tidak stabil, membuat nelayan sulit memprediksi kapan waktu yang tepat untuk melaut. Gelombang tinggi dan angin kencang menjadi ancaman serius bagi keselamatan mereka.
Dampak perubahan cuaca ekstrem tidak hanya dirasakan oleh nelayan, tetapi juga oleh masyarakat pesisir yang bergantung pada hasil laut. Penurunan hasil tangkapan telah menyebabkan pendapatan mereka menurun drastis.
Dan juga Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan peringatan dini tentang cuaca ekstrem di wilayah Kolaka. Mereka mengimbau nelayan untuk waspada dan memantau informasi cuaca sebelum melaut.
Untuk mengurangi risiko, nelayan dianjurkan untuk menggunakan teknologi canggih seperti GPS dan aplikasi cuaca untuk memantau kondisi laut. Mereka juga harus memastikan bahwa kapal dan peralatan mereka siap untuk menghadapi cuaca buruk.
Dalam menghadapi perubahan cuaca ekstrem, nelayan perlu beradaptasi dan meningkatkan kemampuan mereka untuk menghadapi tantangan ini. Dengan demikian, mereka dapat menjaga keselamatan dan pendapatan mereka.





