Rektor USN Kolaka Raih Jabatan Guru Besar Bidang Pendidikan Bahasa Indonesia

KOLAKA. MNN.COM — Rektor Universitas Sembilanbelas November (USN) Kolaka, Prof.Dr. Nur Ihsan HL meraih jabatan guru besar atau Profesor bidang pendidikan bahasa Indonesia.

“Civitas Akademika Universitas Sembilanbelas November Kolaka menyampaikan ucapan selamat dan apresiasi setinggi-tingginya atas capaian akademik Rektor USN Kolaka, Prof. Dr. Nur Ihsan HL, yang berhasil meraih kenaikan jabatan akademik tertinggi sebagai Guru Besar dalam Bidang Ilmu Pendidikan Bahasa Indonesia,” kata Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni USN Kolaka, Qammaddin,S.Kom,M.Kom,CITSM, Senin (19/01/2026.

Bacaan Lainnya
Baca Juga:  Tim Tabur Kejaksaan Agung RI, Berhasil Mengamankan Buronan Terpidana Imang Priatna

Menurut Qammaddin, capaian Guru Besar merupakan bentuk pengakuan akademik atas dedikasi, konsistensi, dan kontribusi berkelanjutan dalam pengembangan keilmuan, pendidikan, serta pengabdian kepada masyarakat.

“Pencapaian tersebut sekaligus mencerminkan komitmen kuat terhadap pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi secara profesional, dan berintegritas,” katanya.

Sebagai pimpinan perguruan tinggi, capaian Guru Besar menjadi tonggak penting dalam penguatan kepemimpinan akademik di lingkungan USN Kolaka, serta diharapkan semakin memperkokoh budaya akademik yang unggul, produktif, dan berdaya saing. Keberadaan Guru Besar juga memiliki peran strategis dalam mendorong peningkatan mutu pembelajaran, pengembangan riset, serta kontribusi keilmuan yang berdampak bagi masyarakat dan pembangunan nasional.

Qammaddin mengungkapkan, sebagai dosen senior dan mantan Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan USN Kolaka, Prof.Dr Nur Ihsan selama ini mencurahkan pikiran dan tenaganya untuk kemajuan pendidikan di USN Kolaka.

Baca Juga:  TNI-Polri Gelar Apel Pasukan Pengamanan World Water Forum Ke-10 di Bali

“USN Kolaka terus berkomitmen untuk mendukung pengembangan sumber daya manusia unggul, dan peningkatan kualitas akademik sebagai bagian dari upaya mewujudkan perguruan tinggi yang berdaya saing dan berorientasi pada kemajuan ilmu pengetahuan,” kata Qammaddin. (*)

Pos terkait