Vale Indonesia Terus Mewujudkan Komitmennya untuk Operasional yang Bertanggung Jawab

SOROWAKO. MNN.COM –  PT Vale Indonesia Tbk (“Vale Indonesia” atau “Perusahaan”) terus menjalankan komitmennya untuk menyelenggarakan operasional pertambangan yang bertanggung jawab. Hal tersebut diwujudkan oleh Perusahaan, antara lain dalam upaya menjaga keberlangsungan ketahanan pangan masyarakat pada area operasional pasca kejadian tumpahan minyak jenis Marine Fuel Oil (MFO).

Untuk memastikan keberlangsungan ketahanan pangan masyarakat yang terdampak, Vale Indonesia bekerja sama dengan berbagai institusi ahli, seperti: IPB Consulting, Laboratorium ICBB, Laboratorium BRMP Pascapanen Pertanian, Kementerian Pertanian Republik Indonesia, serta Dinas Pertanian dan ketahanan Pangan Kabupaten Luwu Timur untuk menganalisa dan menguji dampak tumpahan minyak pada tanaman pangan dengan pendekatan ilmiah. Hasilnya, dari seluruh sampel gabah/padi yang dipanen dari area demplot, tim ahli menyatakan bahwa area yang terdampak masih memenuhi standar mutu dan keamanan pangan, sehingga padi dinyatakan aman untuk dikonsumsi. 

Bacaan Lainnya
Baca Juga:  Satgas Yonif 725/Woroagi Bantu Warga Perbatasan Bangun Rumah Layak Huni

Pengujian hasil demplot padi tersebut merupakan bagian dari rangkaian proses remediasi yang diinisiasi oleh Vale Indonesia berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Luwu Timur, Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Towuti, dan Institut Pertanian Bogor (IPB).

Head of External Relations Sorowako & Outer Area Vale Indonesia, Yusri Yunus mengatakan,”Kami memiliki komitmen tinggi untuk menjalankan operasional Perusahaan yang bertanggung jawab, termasuk pada kondisi khusus dimana risiko operasional terjadi. Sehubungan dengan kejadian ini, selain membersihkan area terdampak segera setelah kejadian, kami juga ingin memastikan bahwa lahan pertanian masyarakat setempat bersih dan dapat kembali produktif dengan hasil yang aman untuk dikonsumsi. Pengujian ilmiah ini menjadi bagian dari wujud komitmen Perusahaan bahwa seluruh rantai roda perekonomian sektor pertanian di Kecamatan Towuti harus kembali berjalan normal tanpa hambatan ekologis.” 

Baca Juga:  Di Hadapan Komisi IV DPR RI, PT Vale Sampaikan Akan Terapkan Good Mining Practice Sorowako di Blok Bahodopi

“Kami memahami sepenuhnya kekhawatiran yang dihadapi oleh para petani sejak insiden tumpahan minyak ini terjadi. Untuk mengatasi hal tersebut, kami mengambil langkah mitigasi untuk mengembalikan rasa aman dan kepastian mata pencaharian warga. Hasil laboratorium independen ini menjadi bukti bahwa melalui penanganan yang tepat, lahan sawah tetap produktif dengan hasil pangan yang aman dikonsumsi,” jelas Yusri Yunus.

Pos terkait