Laba Bersih PT. Antam Melonjak 58 Persen Jadi Rp. 3,66 Triliun

JAKARTA. MNN.COM — PT. Antam Tbk (ANTM) mencatatkan pertumbuhan finansial yang signifikan pada periode tiga bulan pertama tahun 2026. Perusahaan plat merah ini berhasil membukukan laba bersih senilai Rp3,66 triliun.

Pencapaian tersebut menunjukkan kenaikan sebesar 58 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu. Dikutip dari Suara, realisasi laba bersih pada triwulan pertama 2025 tercatat sebesar Rp2,32 triliun.

Bacaan Lainnya

Lonjakan performa ini juga terlihat pada perolehan laba kotor yang tumbuh 54 persen menjadi Rp5,62 triliun. Selain itu, laba usaha perusahaan melonjak 67 persen menjadi Rp4,50 triliun hingga akhir Maret 2026.

Baca Juga:  Jelang Hari Raya Idul Adha, PT. Antam Kembali Salurkan 12 Ekor Sapi Qurban Untuk Masyarakat 

Direktur Utama PT. Antam tbk, Untung Budiharto, mengungkapkan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil dari penerapan strategi pemasaran yang tepat. Fokus perusahaan tertuju pada pengendalian biaya operasional di setiap lini bisnis.

“Implementasi strategi operasional yang tangguh serta manajemen keuangan yang disiplin dan prudent telah mendorong penguatan kinerja secara berkelanjutan, sehingga memberikan imbal hasil yang positif dan nilai tambah bagi para pemegang saham,” kata Untung.

Hingga akhir Maret 2026, total aset ANTAM tercatat mencapai Rp63,30 triliun. Angka ini meningkat pesat dari posisi Rp48,30 triliun pada kuartal pertama tahun sebelumnya.

Penjualan bersih perusahaan pada Januari hingga Maret 2026 menyentuh angka Rp29,32 triliun, atau naik 12 persen secara tahunan. Pasar dalam negeri masih mendominasi dengan serapan sebesar Rp28,31 triliun.

Baca Juga:  Antam Gerak Cepat Salurkan Bantuan dan Tim Tanggap Darurat untuk Bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar

Sektor emas menjadi tulang punggung utama dengan kontribusi mencapai 81 persen dari keseluruhan pendapatan. Nilai penjualan emas dilaporkan sebesar Rp23,89 triliun dengan volume fisik sebanyak 8.464 kg.

Di sisi lain, komoditas nikel memberikan sumbangan sebesar 15 persen atau setara Rp4,47 triliun. Produksi bijih nikel mencapai 3,88 juta wet metric ton (wmt) yang seluruhnya dipasarkan untuk kebutuhan domestik.

Segmen bauksit dan alumina turut berkontribusi sebesar 3 persen dengan perolehan Rp879,14 miliar. Produksi alumina mengalami peningkatan 13 persen menjadi 49.566 ton dibandingkan kuartal pertama tahun lalu.

Kenaikan profitabilitas ini berdampak langsung pada nilai saham perusahaan. Laba bersih per saham dasar PT. Antam kini tercatat menguat menjadi Rp141,77 per saham pada penutupan triwulan pertama 2026

Pos terkait