KOLAKA. MNN.COM – Komisaris Utama PT Vale Indonesia Tbk, Mayjen Purn. Fauzambi Syahrul Multhazar, melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Kolaka untuk meninjau langsung persiapan kawasan operasional PT. Vale Indonesia (IGP) Pomalaa serta progres revitalisasi Pasar Mekongga.
Kunjungan ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam memastikan proyek strategis nasional berjalan sesuai rencana sekaligus memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar.
Dalam peninjauan di area PT. Vale IGP Pomalaa, Fauzambi memeriksa kesiapan infrastruktur, sistem keselamatan kerja, dan kesiapan operasional smelter nikel yang menjadi salah satu proyek hilirisasi terbesar di Sulawesi Tenggara. Ia menegaskan pentingnya penerapan standar operasi berstandar internasional agar proyek dapat berjalan aman, efisien, dan berkelanjutan. Menurutnya, keberhasilan IGP Pomalaa akan menjadi kunci dalam memperkuat rantai pasok nikel nasional untuk industri baterai kendaraan listrik.
Selain meninjau kawasan industri, Fauzambi juga mengunjungi Pasar Mekongga yang saat ini tengah direvitalisasi. Ia berdialog dengan pedagang dan perwakilan pemerintah daerah terkait rencana penataan pasar yang lebih modern, bersih, dan tertata. Revitalisasi ini diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan transaksi, memperluas akses pasar bagi UMKM lokal, serta mendorong pertumbuhan ekonomi di pusat Kota Kolaka.
Fauzambi menyampaikan bahwa PT Vale Indonesia tbk (IGP) Pomalaa tidak hanya fokus pada aspek produksi, tetapi juga pada tanggung jawab sosial dan pemberdayaan masyarakat.
“Kami ingin kehadiran Vale memberi manfaat nyata. Sinergi antara operasional perusahaan dan pengembangan wilayah seperti revitalisasi Pasar Mekongga adalah bentuk komitmen itu,” ujarnya saat di lokasi.
Pemerintah Kabupaten Kolaka menyambut baik kunjungan tersebut dan berharap kolaborasi dengan PT. Vale Indonesia Tbk (IGP) Pomalaa dapat terus diperkuat. Dengan percepatan persiapan IGP Pomalaa dan penyelesaian revitalisasi pasar, Kolaka diproyeksikan menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi baru di Sulawesi Tenggara yang berbasis pada industri hilir dan perdagangan lokal.





