KOLAKA. MNN.COM — Popalia menjadi pusat perhatian masyarakat adat Tolaki di wilayah Mekongga setelah Organisasi Masyarakat Tamalaki Mekongga Tondowolio (TMT) menggelar Pendidikan Dasar atau Diksar Angkatan 6 pada akhir pekan ini.
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari tersebut dipusatkan di salah wilayah daerah Desa Popalia Kecamatan Tanggetada yang diikuti Kuraang lebih seratus orang calon anggota baru yang akan dibaiat menjadi Tamalaki, pasukan adat Tolaki.
Diksar 6 ini mengusung tema penguatan jati diri dan pemahaman nilai-nilai budaya Tolaki di tengah perkembangan zaman. Para peserta tidak hanya dibekali materi sejarah lahirnya Tamalaki dan tugas pokoknya sebagai penjaga adat, tetapi juga mendapat pembekalan rohani sesuai kepercayaan masing-masing. Tradisi pemasangan Pasapu Ulu atau ikat kepala adat menjadi simbol kesiapan peserta mengemban amanah sebagai bagian dari Tamalaki.
Kegiatan turut dihadiri Ketau Umum Tamalaki Mekongga Tondowolio, Dewan Sara Kecamatan Tanggetada, para ketua ormas adat Tolaki,Dewan Pendiri Tamalaki Mekongga Tondowolio serta para Ketua Ketua Distrik yang ada di Ormas Tamalaki Mekongga Tondowolio (TMT).
Kehadiran ketua Umum TMT dan nuga para Dewan sara serta yang lainnya ini menegaskan bahwa Diksar bukan sekadar pelatihan fisik, melainkan proses regenerasi untuk memastikan nilai, sara, dan filosofi Tolaki tetap terjaga. Panitia menegaskan bahwa setiap calon Tamalaki wajib melewati tahapan tes dan diklat sebelum resmi dilantik dan mengemban tugasnya.
Ketua Panitia Diksar 6 menyampaikan bahwa pemilihan Popalia sebagai lokasi memiliki makna yang khusus, sehingga diharapkan mampu menumbuhkan semangat juang dan kebanggaan adat pada para peserta. Selama kegiatan, peserta juga diajak mengenal lebih dekat situs-situs bersejarah sebagai bagian dari kurikulum penguatan identitas.
Ormas Tamalaki Mekongga Tondowolio sendiri merupakan bagian dari jaringan besar Tamalaki di kabupayen Kolaka Provinsi Sulawesi Tenggara yang bernaung di bawah DPP Lembaga Adat Tolaki Mekongga. Pada November 2024 lalu, DPP LAT telah mengukuhkan 36 ormas pemuda dan Tamalaki se-Sultra sebagai organisasi sayap, termasuk unsur Tamalaki dari wilayah Mekongga. Penguatan struktur ini menjadi modal penting untuk konsolidasi gerakan adat di tingkat daerah.
Melalui Diksar 6 di Popalia, Tamalaki Mekongga Tondowolio menegaskan komitmennya menjaga marwah adat sekaligus menyiapkan kader yang tangguh, berwawasan budaya, dan siap bersinergi dengan pemerintah serta seluruh elemen masyarakat. Usai diklat, para peserta akan diresmikan sebagai Tamalaki dan ditempatkan sesuai tugas pengabdian adat di wilayahnya masing-masing. (Aj/Red).





